Pages

Bisnis Rumahan Tapi Hasilnya Nggak Murahan

Banyak yang bilang kami sekumpulan perempuan yang ngerjain bisnis rumahan, memang benar adanya. Tapi meskipun begitu, hasilnya nggak murahan yaaa...

liburan.anastasia-larasati.com

Mau jalan-jalan GRATIS seperti kami?

anastasia-larasati.com

Kerja di Rumah? Menghasilkan jutaan rupiah setiap bulan? Bisa kok :)

socialmedia.anastasia-larasati.com

Untuk apa eksis di FACEBOOK? Yuk maksimalkan facebook kamu untuk sarana mencari penghasilan tambahan sekaligus bersenang-senang.

7tips.anastasia-larasati.com

Yuk miliki bisnis sendiri yang bisa dijalankan secara online dan bisa diwariskan!

Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

30 Jan 2015

Strategi Jitu Membesarkan Anak Yang Keras Kepala

pic source: google
Seringkali kita sebagai orangtua kewalahan melihat anak yang sulit diatur hanya karena keras kepala dan sulit mengikuti aturan jam tidur malam, berangkat ke sekolah, atau aturan jam makan. Kadang ia seperti berada dalam aturannya sendiri.

Di lain kesempatan anda juga suka melihat kemauannya yang begitu kuat seakan terkoneksi dengan apa yang ia visualisasikan dalam coretannya atau perilakunya. Ada coretan desain baju yang ia buat yang ternyata setelah dibawa ke penjahit diakui memang bagus hasilnya. Juga kadang anda mendengarnya ingin menjadi pemain bola nasional dan ternyata setelah mengikuti pelatihan khusus, pelatihnya pun mengakui bakat anak yang cukup baik.

Anak-anak ini biasanya selalu ingin merasa mereka "in control" dan punya prinsip sendiri, walaupun kita sebagai orangtuanya adalah jelas yang memiliki kontrol atas anak kita dengan aturan di rumah dan norma-norma yang ada di lingkungan kita.

Nah sebaiknya kita jeli dengan kemauan keras si anak ini dan mengasahnya agar menjadi pemimpin yang sukses di kemudian hari.

9 Oct 2014

Flashback (again)

Flashback 3,5 tahun yang lalu...

Seorang bocah kecil berusia 1,5 tahun ikut menemani ibunya ke halte busway PGC, Cililitan.

Adalah halte busway terdekat yang bisa dicapai dari rumahnya, adalah halte busway yang merupakan titik awal keberangkatan jalur PGC - Kampung Melayu - Ancol.
Adalah halte busway yang memungkinkan seorang ibu hamil bisa dapat duduk tanpa perlu berdesakan.


IRT Ternyata (Juga) Bisa Gajian Tiap Bulan

me and kiddos
Saya Ibu Rumah Tangga 2 anak,
yang tidak punya basic tentang internet, marketing, apalagi MLM.
Jarang banget bersosialisasi di dunia virtual, punya akun hanya sebatas punya saja, tidak pernah dimaksimalkan atau digunakan untuk berselfie ataupun update-update status ga penting :)

Tapi, semenjak join di Oriflame via d'BC Network, mata saya mulai terbuka.... Bahwa ternyata melalui media sosial kita bisa mendapatkan penghasilan layaknya orang kerja kantoran.
Kini, keseharian IRT 2 anak itu tidak pernah lepas dari internet, memaksimalkan facebook sebagai "kantor utama".

Hari gini siapa sih yang nggak punya facebook?

19 Aug 2014

Smart Parenting: Semua Anak Adalah Bintang

Sumber: google
Hari Sabtu yang lalu, saya dan orangtua murid lainnya diundang oleh pihak sekolah si kakak untuk hadir dalam acara seminar parenting dengan tema "Semua Anak Adalah Bintang".

Dari pagi nggak ada persiapan apa-apa, kebetulan juga memang kalo weekend itu ya harinya kiddos dengan abinya. 
Jadilah, saya berangkat sendirian ke acara itu, meskipun dengan hati sedikit kesal kenapa si abi nggak ikutan juga ;p *alesannya: loh nanti aku disana juga nggak dengerin karena jagain anak-anak, lagian pasti kan ibu-ibu nya banyak*  
Bisaaa...banget ya jawab nya....

Ternyata, materi yang disampaikan sangat menarik sekali, beberapa

Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Otak Anak

Keluhan beberapa orangtua atas permintaan gadget dari anaknya:
"Nggak dibeliin salah nanti dibilangnya gaptek, 
dibeliin juga salah, sebaiknya bagaimana dong?"


sumber: google


Satu hal yang pasti, kalo sekedar gaptek sih gausah takut, usia berapa pun kan bisa belajar teknologi, baoak saya saja yang udah sepuh masih bisa kok diajarin internetan ;)

Lalu bagaimana efeknya 

22 Jul 2014

Kapankah Saat Yang Tepat Memisahkan Kamar Anak?


Ketika saatnya badan letih - mata mengantuk, dan mau merebahkan badan di samping anak gw yang kecil, tiba-tiba saja terpikir untuk mulai "memisahkan" diri tidur dengan mereka. Selama 5 tahun ini gw terbiasa tidur dengan adanya mereka di samping, tapi rasa-rasanya kok sekarang gw  jadi sadar diri ya....

Lihat kakak nya udah gede, tidur pun ga perlu dikelonin terus menerus.

Lihat yang kecil, meskipun gaya tidurnya beraneka ragam alias muter sana sini,   kayanya ga perlu juga terus-terusan dikelonin.

Thalita pose ngorok


They grow up, nggak berasa udah gede aja. Udah nggak perlu di-ASI-kan lagi kalo malem *inilah penyebab utama kebiasaan tidur bareng*

Jadi, buat apa lagi ya gw ikut2an nyempil di antara mereka? Jawaban jujuuur dari hati yang terdalam adalah, ternyata karena gw yang BUTUH mereka, gw NYAMAN ketika memeluk mereka :") dan gw merasa i'm their mom, so here's my place to go bed with....



Dan...

Kepikir lagi deh, kalo seandainya....

10 Jun 2013

FLASH BACK

Flashback beberapa tahun yang lalu, jauuuuuh sebelum saya kuliah dan menikah :)

Saya ini dibesarkan oleh keluarga yang non pebisnis, ayah saya kerja kantoran, berdasi, rapi, wangi, pergi pagi – pulang malem.

Ibu saya full time mom, ngurusin rumah dan anak2, 24 jam sehari, dan pada saat anak2nya tumbuh besar kemudian punya kesibukan masing-masing terkadang mama suka bilang “kalo mama bisa kerja ya mama kerja kantoran, enak bisa punya duit tambahan”.

Selama sekolah dari sejak SD sampai dengan kuliah tidak pernah diajarkan tentang bisnis, bahkan yang namanya jualan bagi saya itu suatu hal yang gak banget, itu bukan “pekerjaan” yang tetap, dan untuk memulainya pasti butuh modal yang besar ;(

Jadilah yang tertanam dalam pikiran saya, setelah lulus kuliah ya kerja. Alhamdulillah, ga lama setelah lulus diterima kerja kantoran di salah satu bank BUMN (turunan papah banget, kerjanya di bank juga, kebayang dong ya gimana senengnya si papa waktu itu), berblazer, rapi, pergi pagi - pulang malem. Bahkan setelah menikah pun masih kerja, karena suami juga ga ngelarang, ngejar karir pun berlanjut.

Tapiiii….begitu punya buntut semua pemikiran tersebut berubah, ga tega ninggalin anak dan merasa bersalah karenanya. Maka saya pun berubah haluan, untuk bisa stay at home tapi tetep bisa punya penghasilan. Gimana caranya coba?
nih si buntut yang bikin saya melting.....



3 tahun menggalau karena super bingung darimana saya harus memulai untuk tetep punya penghasilan tapi dari rumah aja, udah mulai melirik buku2 tentang wirausaha, usaha apa saja yang bisa dilakukan di rumah, dari mulai buka warung, beli franchise, bikin tempat penitipan anak, dsb, termasuk usaha online. Tapi tetep…saya tidak bergeming untuk kemudian berani memilih bahkan untuk mencoba salah satu di antaranya.