Comfort Zone itu sama aja dengan "No Progress Zone"
Coba deh tengok 3 tahun ke belakang, apa ada perubahan yang signifikan? Masih sama? Atau masih sama banget dengan 5 tahun sebelumnya?
Banyak orang berlindung dibalik Comfort Zone karena ngerasa fine-fine aja, gue asik-asik aja kok bersyukur dengan keadaan saat ini.
- Masih bisa liburan (meskipun belum keluar negeri)
- Masih bisa makan (meskipun hanya makan seadanya)
- Masih bisa shopping (meskipun belum beli yang bermerk)
- Masih bisa tidur (meskipun masih di rumah mertua)
Bersyukur sih wajib, tapi....
Coba deh tengok 3 tahun ke belakang, apa ada perubahan yang signifikan? Masih sama? Atau masih sama banget dengan 5 tahun sebelumnya?
| sumber: google |
Banyak orang berlindung dibalik Comfort Zone karena ngerasa fine-fine aja, gue asik-asik aja kok bersyukur dengan keadaan saat ini.
- Masih bisa liburan (meskipun belum keluar negeri)
- Masih bisa makan (meskipun hanya makan seadanya)
- Masih bisa shopping (meskipun belum beli yang bermerk)
- Masih bisa tidur (meskipun masih di rumah mertua)
Bersyukur sih wajib, tapi....










.jpg)
